Cloud Computing dan e-Business
Halo pembaca semuanya…Salam Semangat! Kali ini saya akan mencoba share mengenai keterkaitan antara Cloud Computing dan e-Business. Kajian ini merupakan paper Karya Tulis TIK yang pernah dibuat oleh saudara saya BENY FAISAL RAHMAN dan juga bantuan dari rekan-rekan asisten lab PFT serta rekan Hilman Rosyidi. Kajian dalam cloud computing ini sebenarnya lebih mengacu pada Disaster Recovery Planning atau penanganan data (recovery data) terhadap gangguan bencana misal banjir, gempa, kebakaran, dan lain sebagainya. Untuk paper lengkapnya, nanti akan saya share ke rekan-rekan semuanya. Inti dari pembahasan ini lebih kepada ide dasar kami untuk membangun infrastruktur Cloud dalam pemanfaatan di bidang e-Business.
Tentunya setiap perusahaan tidak menginginkan jika suatu saat terjadi bencana, maka data-data perusahaan ikut lenyap dan tidak memiliki sistem backup yang handal. Oleh karenanya, kami mencoba menjelaskan seperti apakah cloud computing. Cloud computing adalah gabungan pemanfaatan teknologi komputer (‘komputasi‘) dan pengembangan berbasis Internet (‘awan’). Cloud /awan merupakan metafora dari internet, sebagaimana awan yang sering digambarkan di diagram jaringan komputer,awan (cloud) dalam cloud computing juga merupakan abstraksi dari infrastruktur kompleks yang disembunyikannya adalah suatu moda komputasi dimana kapabilitas terkait teknologi informasi disajikan sebagai suatu layanan (as a service), sehingga pengguna dapat mengaksesnya lewat Internet (“di dalam awan”) tanpa pengetahuan tentangnya, ahli dengannya, atau memiliki kendali terhadap infrastruktur teknologi yang membantunya (http://wijasena.wordpress.com/2010/05/01/cloud-computing-teknologi-masa-depan).
Pemanfaatan teknologi cloud computing di beberapa perusahaan bisnis besar dalam penggunaanya sebagai disaster recovery planning menjadi salah satu hal yang sangat krusial dalam kelangsungan bisnis yang dilakukan oleh perusahaan tersebut, terlebih apabila perusahaan tersebut menggunakan platform web dimana tingkat privacy dan security dari data perusahaan menjadi pertimbangan yang utama. Terlebih lagi apabila terjadi suatu bencana di perusahaan tersebut, perusahaan harus tetap menjalankan roda bisnisnya meskipun telah tertimpa atau sedang tertimpa suatu bencana. Bencana dapat berupa beberapa hal diantaranya kerusakan pada jaringan listrik disebabkan oleh sistem elektrik, serangan teroris disebabkan oleh lemahnya keamanan fisik dan non fisik data center, sistem atau perangkat yang rusak terkait dengan kesalahan manajemen pengawasan perangkat, kesalahan operasional akibat ulah manusia, virus misalkan disebabkan oleh kesalahan pemilihan anti virus yang digunakan.
Secara garis besar, berikut merupakan cara kerja penyimpanan data dan replikasi data pada pemanfaatan teknologi cloud computing dalam disaster recovery palnning.
Sedangkan berikut ini adalah gambaran dari framework model bisnis dan value chain dari pemanfaatan teknologi cloud.
Gambar Framework diatas merupakan bagaimana korelasi antara beberapa entitas yang menggunakan teknologi Cloud Computing. Dalam bidang e-business, terdapat komponen penting yang mendukung terselenggaranya proses bisnis suatu perusahaan menggunakan teknologi cloud computing yaitu people, process, dan technology.
Melalui penggabungan teknologi cloud computing sebagai solusi disaster recovery planning di bidang e-business, maka didapatkan keuntungan-keuntungan yang nantinya dirasakan oleh beberapa pihak. Manfaat yang ada digambarkan sebagai berikut :
Dari gambar diatas mengenai gambaran manfaat utama implementasi Cloud Computing sebagai disaster recovery planning di bidang e-Business, maka dapat kami formulasikan sebagai berikut :
1. Reduced Costs
Penggunaan infrastruktur cloud yang diselenggarakan oleh perusahaan, tidak diperlukan pembangunan baru terhadap perangkat dan teknologi. Perusahaan cukup mempercayakan kepada perusahaan pihak ketiga (third party vendor) yang memang benar-benar dipercaya sebagai tempat penyimpanan basis data keseluruhan pada perusahaan. Hal ini akan mengurangi biaya yang dianggarkan oleh perusahaan dalam pembangunan infrastruktur IT. Sesuai dengan layanan cloud computing “pay as you use”, maka layanan ini hanya akan dianggarkan oleh perusahaan jika hanya perusahaan benar-benar akan mengimplementasikan dan mengotomatisasikan proses-proses bisnis internal perusahaan bersangkutan menggunakan teknologi cloud computing ini.
2. Scalability
Dari sisi skalabilitas, maka teknologi ini mudah untuk meningkatkan kapasitas, sebagai kebutuhan komputasi yang setiap waktu terus berubah, tanpa membeli peralatan tambahan. Jangkauan akses dari teknologi cloud computing ini juga tidak terbatas. Bahkan bagian personal mampu mengakses data dimanapun dan kapanpun berada asalkan terkoneksi internet.
3. Competitive Differentiation
Bagi perusahaan, layanan cloud computing ini sebagai bukti bahwa perusahaan mengimplementasikan proses bisnis menggunakan teknologi informasi (ICT). Hal ini berdampak pada brand image perusahaan, efektifitas dan efisiensi dalam proses bisnis internal, adanya value creation yang diberikan pelanggan menjadi lebih mudah dan berdampak positif, serta memungkinkan terjadinya disintermediation sehingga pelanggan akan merasakan dampak langsung terhadap implementasi teknologi cloud computing.
4. Accessibilty
Sama seperti poin Skalabilitas bahwa teknologi ini memungkinkan akses jamak oleh seluruh staff, karyawan, maupun bagian top management perusahaan dalam melakukan akses data internal perusahaan. Tingkat jangkauan akses dimana saja dan kapan saja menggunakan koneksi internet.
5. Document Recovery
Salah satu keunggulan tersendiri implementasi teknologi cloud computing adalah adanya document recovery apabila terjadi suatu bencana alam yang menyebabkan perangkat-perangkat pada perusahaan rusak. Tentunya kekuatan infrastruktur penyedia layanan serta adanya kehandalan dan backup data secara berkala menjadikan keunggulan tersendiri dalam proses Disaster Recovery Planning maupun Business Continuity Plan. Selain itu adanya tingkat keamanan perlindungan data dan privacy terhadap data internal perusahaan merupakan bahasan tersendiri terlepas dari lingkup pemanfaatan teknologi cloud computing sebagai penunjang e-business dalam kaitannya dengan disaster recovery planning.
Dengan menggunakan pemanfaatan teknologi cloud computing, perusahaan pelaku bisnis baik yang melakukannya secara offline maupun online dapat sedikit bernafas lega. Karena, dengan teknologi tersebut dapat dengan mudah untuk melakukan replikasi data perusahaan yang penting akibat terjadinya suatu bencana yang diakibatkan oleh banyak hal karena secara rasional Disaster Recovery Planning merupakan salah satu metode perencanaan preventif untuk pengelolaan secara rasional dan cost effctive terhadap bencana yang telah dan akan terjadi. Dalam dunia bisnis pemanfaatan teknologi cloud computing mempunyai peranan besar dalam reducing cost bagi perusahaan pelaku bisnis. Kedepannya cakupan dari bahasan teknologi cloud computing ini mencakup keseluruhan aspek yang ada pada suatu perusahaan entrprise skala besar maupun SME (Small Medium Enterprise).
Ditulis oleh Beny Faisal Rahman dan Firmansyah Wahyudiarto dalam Lomba Karya Tulis TIK Amikom ICT Award 2011.
SILAKAN JIKA MENJADIKAN TULISAN INI SEBAGAI REFERENSI, AKAN TETAPI CANTUMKANLAH NAMA PENULISNYA.
Popularity: 25% [?]
No related posts.









3 Comments on “Cloud Computing dan e-Business”
terimakasih atas informasinya…
Pak Firman, Bagaimana dengan integritas dan keamanan atas data yang kita miliki jika data tersebut kita pasrahkan ke pihak ke tiga. untuk data yang disimpan oleh pemiliknya sendiri saja dengan keamanan data yang di enkrip saja masih bisa di ambil orang apalagi kita serahkan ke pihak ke tiga?
Terima Kasih atas Infonya.
Terimakasih Pak Anggi. Untuk integritas dan keamanan data sebenarnya ini yg masih dipermasalahkan. untuk ulasan lebih jauh bisa melalui facebook saja Pak di email saya firmans89@yahoo.com karena diskusi mengenai cloud technology ini sangat menarik dan panjang baik platform yg tersedia dan sejauh mana teknologi ini secure.