Market Notebook di Indonesia

This item was filled under [ Bisnis ]

Menurut InternetWorldStats, Indonesia memiliki jumlah populasi pada tahun 2009 sebesar 240.271.522 penduduk dengan jumlah pengguna internet sebesar 25.000.000 penduduk per Mei 2008 pada tingkat penetrasi 10.4% menurut APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia). Hal ini merupakan salah satu fenomena betapa jumlah populasi ini menjadi penyebab beralihnya gaya hidup masyarakat di bidang teknologi, khususnya penggunaan laptop/notebook. Bagaimana tidak, menjamurnya masyarakat yang membawa laptop untuk aktivitas sehari-sehari merupakan suatu kebutuhan layaknya sandang dan pangan. Pergeseran nilai budaya ini sebanding dengan maraknya teknologi yang murah, mudah, dan menjanjikan. Internet merupakan salah satu pemicu masyarakat untuk beralih ke gaya hidup yang dilingkupi kemudahan melalui tren Teknologi Informasi. Bahkan, Indonesia sudah menembus angka 294.500 pengguna koneksi internet broadband per Juni 2009 menurut ITU (International Telecommunication Union). Sehingga, menurut data ITU dan APJII, dapat ditarik kesimpulan bahwa salah satu alasan masyarakat untuk memanfaatkan laptop karena adanya eksistensi internet. Jelas tidak disangkal bahwa kedepannya, masyarakat akan lebih memilih teknologi untuk memanjakan hidupnya dan sebagai salah satu bagian dari gaya hidup di era digitalisasi.

Respon masyarakat terhadap perkembangan IT khususnya laptop dapat dilihat dari tingkat penjualan laptop di kota-kota besar. Adanya diferensiasi atmosfer pembelian PC desktop dan laptop/notebook terlihat jelas dengan adanya data bahwa penjualan laptop mencapai 75% dan 25% sisanya merupakan penjualan PC Desktop (harian suara merdeka,Jawa Tengah, Mei 2009). Salah satu faktor yang menjadi penyebabnya adalah laptop lebih murah dan mudah untuk dibawa kemana-mana. Kontribusi penjualan laptop semakin meningkat dengan adanya pameran atau expo yang diadakan di jantung kota-kota besar. Ini mengindikasikan bahwa ajang pameran merupakan suatu citra yang diterima masyarakat sebagai penjualan berharga murah. Strategi global yang dimanfaatkan para pemain pasar dengan cara diskon besar-besaran saat pameran atau penjualan paket produk merupakan daya tarik tersendiri masyarakat untuk menikmati gadget semacam laptop/netbook. Hal inilah menjadi suatu potensi pasar yang besar bagi para pemain bisnis dibidang notebook untuk memperkenalkan fitur-fitur dan teknologi yang dibenamkan pada perangkat mereka.

Penjualan laptop di kota Bandung sendiri sebagian besar terpusat di Bandung Electronic Center, BeMall, Plaza iBcc, Kandaga, maupun Jaya Plasa dimana tempat-tempat inilah banyak masyarakat melakukan transaksi jual beli komputer. Setiap hari terlihat pemandangan masyarakat sebagai wujud antusiasme dengan mendatangi tempat-tempat tersebut meski hanya melakukan spec produk atau benchmarking antar produsen laptop/notebook. Melalui data jumlah penduduk Indonesia bertambah 3 juta per tahun dan penetrasi pengguna internet sekitar 10%, dapat dilihat bahwa prediksi pengguna laptop setiap tahun akan terjadi peningkatan sejalan dengan kondisi masyarakat yang menginginkan kemudahan dan mobilitas tinggi.

Prospek pasar notebook untuk 5 tahun kedepan dapat diukur melalui data jumlah penduduk Indonesia dan jumlah pemakai internet serta angka penetrasinya. Selain itu pula didukung dengan adanya konten-konten internet yang memanjakan pengguna sehingga apresiasi masyarakat untuk eksis di dunia internet dapat menjadi alasan mengapa cenderung memilih notebook. Hal ini dikarenakan notebook lebih fleksibel dan menawarkan harga yang terjangkau bagi masyarakat sehingga akan mempermudah akses. Korelasi antara pengguna internet broadband dan pengguna laptop merupakan simbiosis yang saling berhubungan. Masyarakat butuh akses internet realtime melalui perangkat yang mudah dibawa kemana-mana. Oleh karena itu, modem HSDPA menjadi pilihan tersendiri untuk mengiringi pesatnya penjualan notebook.

Menurut data, penjualan notebook di Indonesia pada tahun 2008 mencapai 700.000 – 800.000. Indonesia dinilai sebagai salah satu pasar notebook yang potensial, karena tingkat pertumbuhan pasarnya mencapai rata-rata 17 % hingga 18 % per tahun. Menurut data prediksi dari data International Data Corporation (IDC) pasar notebook di Asean tahun ini mencapai 5,4 juta unit notebook dengan kontribusi Indonesia sekitar 21 %. Diprediksi tahun 2010 Indonesia akan menjadi pasar terbesar dalam menyerap produk notebook di kawasan Asia Tenggara, namun untuk saat ini kontribusi Thailand masih merupakan yang terbesar. Sehingga dari pertumbuhan pasar ini, Axioo dapat mentargetkan prosentase tertentu dari market share melalui berbagai strategi branding untuk menarik minat masyarakat memilih notebook merek Axioo.

Penulis : Firmansyah Wahyudiarto (dari berbagai sumber internet)

Popularity: 11% [?]

Related posts:

  1. 17 Kelebihan Affiliate Marketing
  2. CSR, penting kah?
  3. GI-School (Geographic Information School)
Tagged with: [ ]
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

One Comment on “Market Notebook di Indonesia”

  • Firmansyah Wahyudiarto
    26 February, 2011, 9:15

    semoga bermanfaat….

Leave a Comment